Buat Kamu

Aku lebih memilih untuk "tuli" ketika kau mencaci makiku. Aku lebih memilih untuk "buta" ketika kau menertawakanku. Aku lebih memilih untuk "kebas" akan efek yang kau berikan. Aku bukanlah makhluk Tuhan yang sempurna. Aku juga tak cukup sempurna dibanding dirimu. Dan aku juga tak cukup sempurna untuk menantang Tuhan. Tapi karena ketidak sempurnaan itulah aku berharga. Karena aku tidak pernah menyalahkan apa yang terjadi padaku. Aku tidak menimpakan kesalahanku kepada orang lain. Aku selalu nerusaha membuat orang lain bahagia. Dan aku selalu berusaha untuk tidak bertindak buruk pada mereka yang (sedang) menyakitiku, seperti kamu sekarang. Aku lebih memilih diam, karena saat inilah diam berharga emas. Kamu, bukan Tuhan yang berhak selalu menguntitku. Kamu bahkan tidak punya sedikitpun hak untuk mencaci dan menyakitiku. Karena bukan kamu yang membuatku ada dan hidup di dunia ini. Kamu bukanlah siapa-siapaku. Aku dan kamu sama di hadapan Tuhan. Yang membedakan hanya doa kita. Doaku yang selalu baik bunyinya, dan doamu yang entah bagaimana bunyinya. Aku, hanya akan diam. Karena diam jauh lebih damai dan tenang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Usaha

Diam-diam

aku benci