Postingan

Usaha

Kata orang, kalau sayang itu nggak pake mikir, yang penting usahanya. Kalo kata aku, kalau sayang itu pake mikir juga. Mikir gimana perasaan dia kalau aku begini, mikir gimana perasaan dia kalau aku begitu. Kalau sayang, dua-duanya sama-sama mikir untuk bagaimana agar bahagia. Kalau sayang, dua-duanya sama-sama berusaha untuk mengurai ego masing-masing. Dan, kalau sayang, keduanya pasti mau saling mengerti satu sama lain. Ibaratnya kayak lagi levelling  gravitymeter, levelling elektrik dan bubble -nya harus sama-sama stabil, biar pembacaannya valid. Sama kayak hubungan kita, biar bisa sampe pembacaan ijab kabul nanti.

Mengurai Ego

Mengurai ego, memangnya kau tahu bagaimana mengurai ego? Bukankah ego milikmu ini sudah kusut dan tidak mungkin di urai? Percayalah, sesayang apapun kamu kepadanya, pasti ada saatnya kamu menjadi enggan untuk mengurainya. Lebih lagi ternyata dia tidak mengurai egonya dan hanya kamu yang berjuang untuk mengurai egomu. Bukankah lebih mudah untuk menyerah dan membiarkan diri terbawa arus kemana ia mengalir? Dan ketika ia sadar kamu tak lagi berusaha untuknya, maka biarkanlah ia berusaha dengan kuatnya untuk menarikmu menepi dari arus yang tengah membawamu ke antah berantah, jauh darinya.

Kupu-kupu #1

Akhirnya ketemu juga sama tutup yang pas. Tutup yang nggak luput dan erat. Cuma bisa selalu bilang alhamdulillah setiap liat kamu. Setiap denger kata "itu" dari kamu. Setiap denger suara tawamu, dan tiap kali liat senyummu. Entahlah, aku.. rasanya seluruh bagian hatiku sepenuhnya.. is yours. Banyak kupu-kupu yang berterbangan di mataku. Dan semoga kelak, sesibuk apapun aku, dan segabut apapun kamu. Kamu nggak pernah bosen ya nungguin aku, ataupun menjadi pendengar setiaku. Aku yakin kamu setia, bukankah setia 9 tahun pada hal yang sama itu kamu mampu? Hahaha. Senyum terpahat di bibirku saat menuliskan hal ini. Kamu, hal termanis, eh terbahagia yang ada. Aku berusaha mencintaimu tanpa cela. Katamu tidak ada yang sempurna. Kataku, aku bukan ingin yang sempurna. Tapi aku ingin memberikan dan menjadikan diriku yang terbaik untukmu. Meyakinkanmu, bahwa kau takkan menyesal telah mengaitkan jemarimu di jemariku. Meyakinkanmu, bahwa aku, tidak menyesal jatuh cinta kepad...

Menenun Rasa dan Asa.

Haaaa. Akhirnya rasa yang ditenun dan diusahakan berbuah. Ketika hampir bener-bener mutung dan bener-bener mau nglarung ke laut dan terurai jadi plankton. Seketika itu pula semuanya klimaks. Seketika itu pula lah aku punya negeri impianku. Dan seketika itu pula lah aku memilikimu. Untung belum terlalu keras kepalaku, dan terlalu mati rasaku. Tuhan memang perencana yang handal. Tuhan memang selalu menyiapkan sesuatu. Jadi kali ini aku sedang berada di negeri impian, diatas awan. Lagi lari-lari sama kamu. Eh, bukan. Kita berjalan bersama. Mengikuti rima yang ada. Mengikuti sajak yang ada. Dan mengikuti perasaan yang ada. Semoga sesibuk apapun hidup. Sepuyeng apapun tugas. Dan serumit apapun rindu dan masalah yang harus diurai, kita tetap berjuang dan bertahan. Dan aku, kini bahagia bukan karena yang lalu. Dan kini aku mengulum senyum bukan karena kenangan yang maya. Semua itu karena, kamu. Lantas kalau begitu, mari kita menenun asa dan rasa ini, agar kelak menjadi sesuatu yang be...

Diam-diam

Jatuh cinta diam-diam itu membuat pelakunya jadi lebih banyak bersyukur. Gimana enggak? Mentionnya dibales aja udah alhamdulillah, smsnya dibales juga alhamdulillah, apalagi kalo perasaannya saling bersambut, alhamdulillah. Seharusnya sih begitu, seharusnya sih orang yang jatuh cinta diam-diam juga sudah bergelar master dalam ilmu ikhlas. Seharusnya. Namun ternyata tidak sesimple itu makna dari jatuh cinta diam-diam. Jatuh cinta diam-diam itu makan ati, jatuh cinta diam-diam itu belajar kuat ketika diabaikan, belajar kuat ketika tidak dilihat, belajar jadi manusia tembus pandang. Jatuh cinta diam-diam itu nggak jelas jatuh cinta sendiri atau saling jatuh cinta. Jatuh cinta diam-diam itu jatuhnya ya diam-diam, sakit ya diam, nggak ada yang nolongin. Jatuh cinta diam-diam itu rela berkorban, berkorban air mata, berkorban perasaan dan berkorban hati. Jatuh cinta diam-diam itu pada akhhirnya hanya berujung merelakan, karena perasaan yang dipunya akan selalu diam dan "unknown...

Voila!

Dan kenapa bisa tiba tiba pengen ngeblog? Gara gara baca blognya Qori dan voila! Saya kembali lagi berenang-renang di tumpukan kata yang menganak-sungai seperti ini banyaknya. Hoaaaahm. Selamat membaca dan menerka-nerka semua yang ada di dalamnya. Oiya ingat, apa yang kamu baca belum tentu kamu tau! :)) dan belum tentu itu nyata.

mengeja

Kamu tau tidak apa yang aku tidak tau? Aku tidak tau bagaimana mengeja namaku dengan benar bila denganmu. Bahkan untuk mengeja kata sapa saja aku menjadi beku. Mungkin saraf bicaraku menjadi berhenti mendadak ketika bersamamu. Atau memang aku diharuskan untuk diam dan menelan lagi semua kata itu? Aku masih belajar mengeja kata. Aku masih belajar menganyam harapan. Aku masih belajar menenun perasaan. Dan aku masih belajar menambal senyum. Aku masih berusaha mengerti desau angin Masih berusaha mengerti bahasa alam Dan masih berusaha mengerti alur ini. Dan aku pantang menyerah, namun aku kini menyerah. Dan aku menolak lupa, namun kini aku menjadi lupa. Dan aku memendam semuanya, namun kini aku telah membunuhnya.