Dihantam Sunyi
Aku masih menangis malam ini. Membiarkan dingin membungkus erat tubuhku. Membiarkan tawa bersembunyi dariku. Aku tau, selalu tau hal ini akan terjadi. Karena aku tau ini takdirku. Takdir kita. Kali ini sunyi memakan semua yang ada. Termasuk kenangan kita. Yang lalu-lalu. Masihkah terasa? Atau masihkah akan sama seperti yang lalu misalkan itu beberapa tahun ke depan? Yakinkah? Atau hilangkah itu? Menguap dengan cepat tanpa terhenti? Aku masih berada di persimpangan, menunggu kabut turun agar aku bisa melangkah kemana arah yang kuambil. Jurang bebatuan ataukah jurang tak berdasar. Aku masih diam, hatiku belur dihantam sunyi. Tawaku kering dihisap tangis. Dan cintaku mati dibunuh kata-kata.