Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2013

What's next?

Dan baru kalil ini aku ngeblog di kampus. I mean, pake wifi kampus. Karena modem smartfren berubah menjadi smarpret. Yang leletnya ngga kira-kira. Mau cerita apa? Darimana? Nggak ngerti juga mau cerita apa dan darimana. Terlalu susah buat digambarkan, karena abstrak. Bener-bener muak dan marah sama diri sendiri. Bener bener rasanya pengen nyemplung ke inti bumi yang cair. Rasanya pengen dilenyapkan aja di dunia. Apa yang harus aku lakukan biar aku diperhitungkan? Biar aku setidaknya nggak cuman dianggep kambing congek. Tuhan, ini keluhan aku yang paling.... paling jahat kayaknya. Aku bukannya ngga bersyukur atas apa yang udah diberikan Tuhan buat akuk, cuman rasanya... "Kenapa harus selalu gini?" atau "Kenapa selalu harus gini script ceritanya". Aku sedih, Tuhan. Bahkan kali ini aku sampai lupa bagaimana rasanya makan enak, bagaimana rasanya bersenandung dengan tawa. Rasanya topeng ini udah terlalu tebal. Tebal. Cantik atau enggak itu emang harusnya nggak pernah aku...

Siap.

Kamu tau apa sebenarnya yang membuat kita sering kecewa? Apakah yakin bahwa kecewa itu bukan karena dirimu sendiri? Coba lihat lagi, yang membuatmu kecewa itu apa? Pengharapan yang berlebih bukan? Pengharapan memang manusiawi, namun pengharapan yang bagaimana yang membuat kita dikecewakan? Pengharapan yang berlebihan, pengharapan yang mengharapkan balasan perasaan yang sama dengan apa yang kita rasakan. Dan kali ini aku sudah menyiapkan banyak hal, termasuk kasur yang super empuk. Agar ketika kau menjatuhkanku dengan kecewaku aku baik-baik saja, masih utuh dan patah. Aku sudah belajar dengan semesta, bahwa samapi kapanpun aku tak akan bisa menjadi seperti apa yang kau minta. Sampai kapanpun.