Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Kupu-kupu #1

Akhirnya ketemu juga sama tutup yang pas. Tutup yang nggak luput dan erat. Cuma bisa selalu bilang alhamdulillah setiap liat kamu. Setiap denger kata "itu" dari kamu. Setiap denger suara tawamu, dan tiap kali liat senyummu. Entahlah, aku.. rasanya seluruh bagian hatiku sepenuhnya.. is yours. Banyak kupu-kupu yang berterbangan di mataku. Dan semoga kelak, sesibuk apapun aku, dan segabut apapun kamu. Kamu nggak pernah bosen ya nungguin aku, ataupun menjadi pendengar setiaku. Aku yakin kamu setia, bukankah setia 9 tahun pada hal yang sama itu kamu mampu? Hahaha. Senyum terpahat di bibirku saat menuliskan hal ini. Kamu, hal termanis, eh terbahagia yang ada. Aku berusaha mencintaimu tanpa cela. Katamu tidak ada yang sempurna. Kataku, aku bukan ingin yang sempurna. Tapi aku ingin memberikan dan menjadikan diriku yang terbaik untukmu. Meyakinkanmu, bahwa kau takkan menyesal telah mengaitkan jemarimu di jemariku. Meyakinkanmu, bahwa aku, tidak menyesal jatuh cinta kepad...

Menenun Rasa dan Asa.

Haaaa. Akhirnya rasa yang ditenun dan diusahakan berbuah. Ketika hampir bener-bener mutung dan bener-bener mau nglarung ke laut dan terurai jadi plankton. Seketika itu pula semuanya klimaks. Seketika itu pula lah aku punya negeri impianku. Dan seketika itu pula lah aku memilikimu. Untung belum terlalu keras kepalaku, dan terlalu mati rasaku. Tuhan memang perencana yang handal. Tuhan memang selalu menyiapkan sesuatu. Jadi kali ini aku sedang berada di negeri impian, diatas awan. Lagi lari-lari sama kamu. Eh, bukan. Kita berjalan bersama. Mengikuti rima yang ada. Mengikuti sajak yang ada. Dan mengikuti perasaan yang ada. Semoga sesibuk apapun hidup. Sepuyeng apapun tugas. Dan serumit apapun rindu dan masalah yang harus diurai, kita tetap berjuang dan bertahan. Dan aku, kini bahagia bukan karena yang lalu. Dan kini aku mengulum senyum bukan karena kenangan yang maya. Semua itu karena, kamu. Lantas kalau begitu, mari kita menenun asa dan rasa ini, agar kelak menjadi sesuatu yang be...

Diam-diam

Jatuh cinta diam-diam itu membuat pelakunya jadi lebih banyak bersyukur. Gimana enggak? Mentionnya dibales aja udah alhamdulillah, smsnya dibales juga alhamdulillah, apalagi kalo perasaannya saling bersambut, alhamdulillah. Seharusnya sih begitu, seharusnya sih orang yang jatuh cinta diam-diam juga sudah bergelar master dalam ilmu ikhlas. Seharusnya. Namun ternyata tidak sesimple itu makna dari jatuh cinta diam-diam. Jatuh cinta diam-diam itu makan ati, jatuh cinta diam-diam itu belajar kuat ketika diabaikan, belajar kuat ketika tidak dilihat, belajar jadi manusia tembus pandang. Jatuh cinta diam-diam itu nggak jelas jatuh cinta sendiri atau saling jatuh cinta. Jatuh cinta diam-diam itu jatuhnya ya diam-diam, sakit ya diam, nggak ada yang nolongin. Jatuh cinta diam-diam itu rela berkorban, berkorban air mata, berkorban perasaan dan berkorban hati. Jatuh cinta diam-diam itu pada akhhirnya hanya berujung merelakan, karena perasaan yang dipunya akan selalu diam dan "unknown...

Voila!

Dan kenapa bisa tiba tiba pengen ngeblog? Gara gara baca blognya Qori dan voila! Saya kembali lagi berenang-renang di tumpukan kata yang menganak-sungai seperti ini banyaknya. Hoaaaahm. Selamat membaca dan menerka-nerka semua yang ada di dalamnya. Oiya ingat, apa yang kamu baca belum tentu kamu tau! :)) dan belum tentu itu nyata.

mengeja

Kamu tau tidak apa yang aku tidak tau? Aku tidak tau bagaimana mengeja namaku dengan benar bila denganmu. Bahkan untuk mengeja kata sapa saja aku menjadi beku. Mungkin saraf bicaraku menjadi berhenti mendadak ketika bersamamu. Atau memang aku diharuskan untuk diam dan menelan lagi semua kata itu? Aku masih belajar mengeja kata. Aku masih belajar menganyam harapan. Aku masih belajar menenun perasaan. Dan aku masih belajar menambal senyum. Aku masih berusaha mengerti desau angin Masih berusaha mengerti bahasa alam Dan masih berusaha mengerti alur ini. Dan aku pantang menyerah, namun aku kini menyerah. Dan aku menolak lupa, namun kini aku menjadi lupa. Dan aku memendam semuanya, namun kini aku telah membunuhnya.

~

When you too inlove to let it go But if you never try you'll never Semua ini ada hikmahnya dan ada alurnya. Percuma menggores luka untuk sesuatu yang memang ditakdirkan begini adanya. Memang belum ada yang menyejukkan, belum ada yang menenangkan. Lantas untuk apa ditangisi dan disesali? Mungkin memang dia orangnya, atau mungkin tidak. Abu-abu bukan? Sama abu-abunya dengan semua ini. Kalau aku saja masih abu-abu tentangmu, bagaimana bisa semua sesak ini mengikatku untuk menangis? Kalau saja kamu masih abu-abu di hidupku, lantas mengapa bisa aku masih memikirkanmu hingga saat ini? Ah, mungkin kamu salah datang dan salah masuk. Kamu seharusnya tidak bertamu ke kehidupanku. Bahkan, tidak pernah mengetuknya sekalipun Dan aku, harusnya tidak pula membukakan pintu dan menghidangkan secangkir teh hangat untukmu. Karena teh hangat itu seharusnya bukan untukmu.

Seharusnya.

Seharusnya kalau begini ceritanya aku tidak membiarkan kamu masuk ke dalam hidupku. Seharusnya aku tidak membiarkan untaian cerita itu meluncur keluar dari mulutku untuk diperdengarkan. Seharusnya tidak secepa itu kuberikan percaya pada kamu. Seharusnya tidak pula aku membandingkan kamu dengan papa dan berkata dalam hati bahwa kamu memang mirip beliau. Seharusnya kamu bukanlah tempatku untuk bermanja. Seharusnya kamu bukanlah tempat untuk mendengarkan semua keluhku. Seharusnya kamu tidak memilih untuk menyukai dia. Seharusnya kamu tidak membandingkan aku dengannnya. Dan, seharusnya kamu bukan masuk ke hidupku untuk dia, seharusnya kamu masuk saja ke hidupnya. Seharusnya aku tidak menyukaimu. Aku tidak usah merasa nyaman di dekatmu. Seharusnya kamu, tidak usah peduli padaku. Seharusnya aku bisa menahan semua rasa sakit ini. Seharusnya aku bisa tidak menangis. Seharusnya aku bisa untuk tetap bungkam dan menelan semua pesakitan itu. Dan seharusnya aku masih mencintai yang lalu-lalu saja. ...

What's next?

Dan baru kalil ini aku ngeblog di kampus. I mean, pake wifi kampus. Karena modem smartfren berubah menjadi smarpret. Yang leletnya ngga kira-kira. Mau cerita apa? Darimana? Nggak ngerti juga mau cerita apa dan darimana. Terlalu susah buat digambarkan, karena abstrak. Bener-bener muak dan marah sama diri sendiri. Bener bener rasanya pengen nyemplung ke inti bumi yang cair. Rasanya pengen dilenyapkan aja di dunia. Apa yang harus aku lakukan biar aku diperhitungkan? Biar aku setidaknya nggak cuman dianggep kambing congek. Tuhan, ini keluhan aku yang paling.... paling jahat kayaknya. Aku bukannya ngga bersyukur atas apa yang udah diberikan Tuhan buat akuk, cuman rasanya... "Kenapa harus selalu gini?" atau "Kenapa selalu harus gini script ceritanya". Aku sedih, Tuhan. Bahkan kali ini aku sampai lupa bagaimana rasanya makan enak, bagaimana rasanya bersenandung dengan tawa. Rasanya topeng ini udah terlalu tebal. Tebal. Cantik atau enggak itu emang harusnya nggak pernah aku...

Siap.

Kamu tau apa sebenarnya yang membuat kita sering kecewa? Apakah yakin bahwa kecewa itu bukan karena dirimu sendiri? Coba lihat lagi, yang membuatmu kecewa itu apa? Pengharapan yang berlebih bukan? Pengharapan memang manusiawi, namun pengharapan yang bagaimana yang membuat kita dikecewakan? Pengharapan yang berlebihan, pengharapan yang mengharapkan balasan perasaan yang sama dengan apa yang kita rasakan. Dan kali ini aku sudah menyiapkan banyak hal, termasuk kasur yang super empuk. Agar ketika kau menjatuhkanku dengan kecewaku aku baik-baik saja, masih utuh dan patah. Aku sudah belajar dengan semesta, bahwa samapi kapanpun aku tak akan bisa menjadi seperti apa yang kau minta. Sampai kapanpun.

~

Gambar
Iyus sama aku DYF DYF DYFF Aslaaaaan Aku-Sarah. Selalu kalah tinggi. Sama papa :3 Aslan sama bapak. Sarah, Mama, Aslan, Aku. Papa :D Ini nih foto-foto ngapain aja selama liburan. Ada fotonya Aslaaaaaaaaaaaaan :3

Long time no see

Yuhuuu~ Cie yang udah semester 2 sekarangg. Nggak kerasa udah semester 2. Udah mau jadi senior. Yaah udah nggak jadi maba lagi dong :" emm apa ya yang berubah. Emm nggak banyak sih. Paling cuman jadi lebih enjoy aja ngejalanin hidup. Walaupun sensinya masih aja susah disuruh sembunyi. Emm masalah IP? Nggak usah tanya deh -_- rata-rata kok, nggak expert-expert amat. Emm lilburan gimana? Liburan.. Ya kan ada pameran NIX. Selain itu sih di rumah aja, bulek tin nikah, aslan liburan ke jogja, semua ngumpul. Haaaaah~ Rasanya bahagia. Terus paling kumpul sama temen lawas. Firman, Dara, Yusrina. Ketawa yang berkualitas. Ketawa sama perubahan yang terjadi di diri masing-masing orang. Hahaha. How about lovelife? Dih kepo amat -_- nggak tau deh, maunya pacaran kalo udah umur 20 tahun. Kenapa? Soalnya kalo udah umur segitu kan tujuan dari pacarannya jelas. Kalo sekarang udah pacaran kan kalo mau nentuin tujuan yang "jelas" gitu kan aneh. Mending pas udah umur segitu. Yah kalo ada ya...

Hai, Love.

Hehehehehe. Mungkin ini nih yang namanya akibat, untungnya sih belum terlambat. Hehehehe. Karena nyari yang sempurna itu nggak bakal ada. Kenapa enggak yang udah bersedia menunggu dan sayang banget sama kita. :') Toh insyaallah tulus. Aaaamiiiin

--

Gambar
Iseng-iseng Nah kalo yang diatas itu hasil coba coba photoshop. Unyu kan? Unyu kaaaaan?

Naruto's addict

Gambar
Ini nih shinobi-nya Konoha :p Ini timnya kakashi dulu, diajarin sama Minato Lucu kan :3 Ini belum semua sih kayaknya, but at least lumayan lengkap Naruto- Kakashi- Minato- Jiraiya- Hokage Ketiga Quotenya Hinata yang jleb. Seandainya ada... Lagi addict banget sama kartun yang satu itu. Gara-gara penasaran dan mas Awan. Kayaknya seru aja ngikutin. Dan setelah baca ulang dari awal nemu passion di kartun itu. Akhirnya.. Nemu juga kartun idola selain Doraemon. At least, dulu waktu smp udah suka banget sih sama kakashi. Keren aja gitu kayaknya. Dan setelah ngikutin komiknya, ternyata shinobi di konoha itu keren semua. Udah sampe chapter 254. Padahal mulainya baru musim uas ini. Nekat aja baca kalo udah stuck. Bismillah deh ya Allah kasih yang terbaik yah. Oiya kenapa aku suka kartun ini tuh soalnya, karakter utamanya, Uzumaki Naruto itu orang yang pantang menyerah dan nggak pernah mau nyalahin keadaan. Pokoknya keren abis, salah satu kalimat yang bikin aku suka ...

Mom's quality time.

Malem ditengah badai hujan dan ujian akhir semester. Besok materinya pengantar geofisika yang seabrek banyaknya. Sempet-sempetnya ngobrol sama mama. Pertamanya sih bahas tofa, eh lama lama mama curhat tentang dulu duka-duka pacarannya gimana, duka-duka pas tinggalnya sama mertua gimana. Hahaha. Dan yang bikin ngakak tadi adalah ketika ngebayangin adegan aku lagi makan dan tiba-tiba anakku nangis rewel. Dan aku bakal teriak "Buuuk, ndak usah repot. Aku aja yang gendong. Aku super kok!" Dan ngebayangin aku pake kostum superwoman sambil berkibar-kibar jubahnya. Tsaaah. Keren abis. Mantu idaman banget deh. Hehehe. Terus bahas pas persalinannya. Terus jadi diem, ngitung kapan nikah, kapan punya anak, dan kapan ngelahirin. Dan udah tekad, besok kalo ngelahirin maunya ada mama. Maunya mama yang ikut ngurusin anakku nanti. Apa-apa yang pertama pokoknya ke mama. Udah tekad dan sikap. Ngekek pokoknya tadi kalo ngebayangin. Ngekek sekaligus jadi pelajaran. Kalo besok udah nikah dan puny...

Alhamdulillah.

Alhamdulillah ya Allah. Terimakasih atas petunjukMu di pembuka 2013 ini. Aku tau inilah yang terbaik yang engkau pilihkan untukku. Terimakasih ya Allah. Memberikanku pilihan ini, memberikanku kekuatan ini, dan ketegaran ini. Terus bantu hamba-Mu ini ya :)

Resolusi?

Ciye. 2013. Alhamdulillah. Sampe di 2013. Ngga kerasa udah ngelewatin 2012 sebegitu cepetnya. Dan sepertinya resolusi-resolusi yang pernah ada di tahun 2012 hampir enggak ada yang tercapai satupun. Masih mikir mikir di tahun ini apa aja yang mau dicapai. Mau berubah jadi pribadi yang kayak gimana. Apa kayak gini terus, berusaha menyendiri dan nggak mau lagi ngebagi apa yang ada di pikiran dan hati. Tapi kalaupun mau ngebagi itu semua, rasanya masih aja dikejer sama perasaan nggak percaya yang ada. Dulu nggak begini, lha iya lah. Orang yang ada dulu beda sama yang sekarang ada. Inilah kuliah. Ketika ego bercampur dengan kemunafikan. Ketika pura pura baik dan pasang senyum manis menyelamatkanmu. Nggak tau rasanya susah aja sekarang naruh kepercayaan ke orang. Pasti kepikiran, bakal dijagain nggak ya. Atau malah diumbar hanya untuk mendapat penghargaan dan penghormatan dari sekitarnya. Enggak tau juga sih sebenernya apa mau orang-orang yang kayak gitu. Nggak ngerti deh, masih blur ngeliat...