Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

Abaikan

UTS perdana di kelas 12, ngeliat banyak banget kecurangan. Ngeliat banyak banget ketidak-adilan. Haruskah ada yang berteriak lantang atas ketidak adilan yang ada? Ataukah diam saja membiarkan badai yang berkecamuk di dalam hati? Dimana kedisplinan sekolah?

Jatuh Cinta

Aku heran, kebanyakan orang tau jatuh cinta itu nggak selamanya ditangkap. Bahkan seringnya diabaikan, tetapi kenapa masih saja tetap berani untuk jatuh cinta? Apakah sebegitu mudahnya orang-orang loncat dari satu roda relationship ke satu roda lainnya dan dengan pemeran yang berbeda? Bagaimana nasib roda relationship sebelumnya? Apakah orang-orang tidak memikirkan bagaimana rasanya? Bagaimana sakitnya? Apakah semudah membalikkan telapak tangan untuk meloncat ke roda yang lain? Bagaimana dengan mereka yang berulang kali berusaha meloncat ke roda yang lain namun berakhir gagal dan mati terlindas dengan roda lain yang kebetulan lewat dan berputar cepat? Apakah tidak ada simpati pada korban yang mengenaskan itu? Ataukah orang-orang yang ada hanya meloncat dari satu roda ke roda lainnya hanya untuk permainan semata? Lalu bagaimana pula nasib orang yang keluar dari roda relationship nya karna kedudukannya direbut orang lain? Menyakitkan. Karna ia hanya bisa berdiri di pinggir jalan, berha...

Untitled

Teruntuk, kamu 3 tahunku Malam ini, lagi-lagi rasa dingin itu kembali membungkusku dengan rapat. Membuatku berulang kali menggigil. Membuatku terpaksa mengambil lagi pemantik usang yang dulu kau berikan kepadaku. Masihkah kau ingat? Maukah kau mengingatnya? Sudikah kau untuk mengakui bahwa aku DULU pernah ada dan menjadi pemilik hatimu? Ah... aku rasa tidak.. Melirikkupun mungkin kau tak lagi sudi, apalagi mengakui hal seperti itu? Kala malam dibungkus dengan hawa dingin ini apa kau mengingatku? Apa kau mengingat bagaimana kau melingkarkan kedua tanganmu untuk memelukku? Akankah suatu saat nanti hatimu kembali pulih dan kembali bisa memelukku lagi? Dan kali itu pelukanmu kan terasa lebih erat dan tak akan pernah kulepaskan lagi. Tertanda, orang yang 3 tahun mencintaimu

The new one?

The new one? Apakah ini yang sesuai? Apakah ini yang dinanti selama 2 tahun belakangan ini? Apakah ia yang bisa mengerti kala hati ini sulit tuk dimengerti? Akankah ia yang kini namanya memenuhi kotak masukku yang bisa menjadi mood boosterku? Apa benar? Tuhan, tolong dong kasih tau jawabannya. Aku ingin tau, aku ingin bisa menyiapakan hatiku.... untuk kemungkinan yang terburuk

Pengaruh Teknologi Terhadap Remaja

Dewasa ini keberadaan teknologi tidak lagi dapat diragukan apalagi diabaikan. Dari semua lapisan masyarakat baik dari strata atas sampai strata bawah pun ikut mengkonsumsi kecanggihan teknologi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Teknologi yang selalu berkembang dari masa ke masa membuat masyarakat tidak dapat lepas dari keberadaannya yang kini mungkin telah bergeser menjadi kebutuhan primer. Tidak hanya bagi orang dewasa yang membutuhkan keterlibatan teknologi sebagai salah satu penunjang mereka dalam berkarya untuk menghasilkan sesuatu, namun ternyata dampak yang sama dirasakan oleh para remaja. Lazimnya yang dapat kita lihat sekarang banyak remaja yang tidak dapat melepaskan diri dari gadget - gadget yang mereka punya. Salah satu contoh konkret yang ada dan tampak nyata dalam kehidupan sehari-hari adalah kehadiran HP atau handphone di kalangan remaja. “Anak yang nggak punya HP jaman sekarang tuh nggak gaul”,“Anak yang nggak pake Blackberry itu anak yang nggak trendy”, Ya mu...

Notes untuk Tuhan

Tuhan, tolong jangan marah ya sama aku. Tolong jangan terus hukum aku.. Jangan tahan hatinya. Lepaskan ya, Tuhan? Agar ia kembali melengkapiku. Tertanda Makhluk-Mu yang sedang sedih.
Aku merindukanmu, merindukan kamu yang lama... masih yang lama

Waktu

Kita hanya butuh waktu.. Untuk membiasakan semua ini, untuk terbiasa. Aku tau, dan seharusnya kau juga tau segala konsekuensi yang kita genggam. Aku berani mencintaimu sama artinya aku berani bersama kesepian. Aku kira aku bisa, tapi aku kalah..
I'm not single and I'm not taken. I'm simply on reserve for the one that has my heart! #DamnItsTrue

The End

Enough. Super duper enough. You are not my mood booster. You are not my mood booster You are not my mood booster. Setidaknya aku harus mengulangi kalimat itu sebanyak sepuluh kalu tiap satu jam. Untuk apa? Untuk memastikan aku tidak lagi melakukan hal bodoh. Tidak lagi berharap padamu. Malam ini, 6 maret 2011. Di bawah guyuran hujan diatas atap rumahku. Aku. Memutuskan tidak lagi akan mengingat tentangmu, tidak dengan hujan ataupun rintiknya. Sekian. Dan. Terima kasih.
Ini bukan galau area. Siapa bilang? Siapa berani bilang? Berani satu kata lagi aku tantang kau adu makan cabe denganku.

Konsisten di dalam konsisten

Konsisten dalam konsisten = konsisten pangkat dua. Rumit? Begitulah adanya. Bisa kau anggap rumit, bisa kau anggap mudah. Tergantung darimana dan bagaimana kau melihatnya. Konsisten di dalam konsisten itu rasanya menyesakkan. Bagaimana tidak? Menjalankan konsisten biasa saja aku masih tertatih, bagaimana dengan konsisten pangkat dua? Aku mungkin hanya jalan di tempat. Mungkin. Mungkin. Namun, mungkin juga tidak. Mungkin aku malah bisa berlari mendahuluimu? Mendahului rasa sakit ini? Tergantung niat. N I A T. Niat. Kalau niatku kuat aku pasti bisa. Bisa menghalau semua hal yang mengenaskan ini. Termasuk kamu. "Kalau kamu yakin sama dia, ya kejar terus Tapi kalai enggak ya udah let it go aja. It depends on you. Pilihan ada di kamu fa" said my big bro Bintang Ilham Avicena Apa aku yakin sama kamu? Apa kamu membuatku yakin padamu? Aku yakin kamu punya jawabannya tanpa harus aku bisikkan. Dan itu alasan kenapa aku menjadi seperti ini
Jangan harap aku kan berharap lagi padamu, karena aku sudah mengerti maksudmu. Tidak akan ada lagi galau untukmu, tidak. Tidak malam ini dan tidak dengan malam-malam setelahnya. Karena hidupku terlalu berharga kalau hanya untuk meratapi semua ini. Hidup ini indah tanpamu, namun mungkin bisa lebih indah bila denganmu. Tapi,tanpamu juga tak masalah.

Mimpi Buruk

Konsisten? Huh masih kerat kaitannya konsisten dengan aku. Aku pernah berkata padamu aku akan berusaha membuatmu suka padaku. Namun, akhir-akhir ini aku berfikir aku salah menyanggupi hal itu. Yak salah besar, kenapa salah? Ya salah karena aku berusaha menaklukan orang yang sama sekali tidak berharap untuk ditaklukan. Jadi intinya selama ini cuma buat sebuah omong kosong. Bullshit! Konsisten. Aku nggak mau lagi berharap sama kamu, dan aku nggak mau lagi berusaha menaklukan hatimu dan harimu. Enough. Kamu nggak akan merasa terganggu dengan gangguanku lagi. Aku tidak akan repot-repot mengganggumu lagi, memberimu semangat lagi, dan mengingatkanmu untuk belajar lagi. Ini pilihanmu, dan ini konsekuensi yang aku ambil untuk mengimbangi pilihanmu. Selamat berjuang untuk menjaga masa lalumu yang masih terlalu berharga untuk hanya kau simpan sebagai pengobat lara.

Konsisten satu hati

Kali ini konsisten yang lain lagi, tapi tetap sama. Berat dan sulit. Konsisten satu hati? Bisakah aku? Mampukah aku? Aku HARUS bisa dan PASTI bisa. Ini juga konsisten tentangmu, iya bukan mood-booster-ku ? Konsisten hatiku untuk 1 hati sampai kau benar-benar mengabaikanku. Aku harap kau tidak akan mengabaikanku. Aku harap... Kalaupun harapan ini tak sesuai dengan kenyataan, aku takkan menyesal.

Be honest

Jujur saja,katakan apa yang mau kau katakan. Lakukan apa yang mau kau lakukan. Kalau mau pergi, pergilah sesuka hatimu. Kalau mau tinggal, tinggalah selama kau mau. Kau mau apa lagi dariku? Ambil saja kalau itu membuatmu menjadi yang terhebat. Kalau itu membuatmu jauh lebih bersinar dan jauh menjadi yang teratas. Mau tidak menganggapku? Silahkan lakukan. Aku cuma bisa diam. Iya diam, dan mengamati gerak-gerikmu. Tenang saja sobat, aku tidak meninggalkanmu. Aku masih di belakangmu, teruslah berjalan ke depan, teus lakukan sesuka hatimu. Aku menunggu waktu, untuk jujur padamu. Dan itu bukan sekarang.

Changed

Has changed, right? I just read someone's blog and it hurts me. Great. Berubah? Perubahan? Apakah postingan ini akan membahas itu? Jelas, dan bahasannya tidak hanya itu, melebar ke semua aspek yang mungkin ikut terseret. Baca dan nikmati pemikiranku. Sorry, for my bad act when i was your best friend. Maaf. Dan nyuwun pangapunten, sebelumnya. Actually, i love you, i need you to be always in my side, to make me stronger to face the world, to give me inspirations, motivations, and to be my guard. Jujur, sakit. Iya, sakit. Sakit ya sakit. Apa kurang penggambaranku tentang bagaimana rasanya?. Pernah berfikir kenapa? Apa pencetusnya? Atau langsung menghakimiku tanpa mendata ulang semua yang ada? Kuharap kau mendata ulang baru kau memutuskan perkaranya. Kenapa kau tidak bisa menjadi sedikit peka? Itu akan sangat sangat membantuku. Kenapa kau tidak membuat daftar kecil tentang sifat-sifatmu? Kamu menyebalkan. Begitupula denganku, tapi perbedaan kita ternyata lebih dalam. Lebih menyakitka...

Konsisten, bor

Konsisten? Umm konsisten ya? Harus? Gak bisa ya buat ditunda? Konsisten itu berat dan memiliki konsekuensi. Aku emang kayaknya masih kayak anak kecil banget. Totally, i/m not a girl but i'm a child. Aku pengen bisa buat nggak terus-terusan jadi anak kecil gini. Aku pengen bisa buat nggak ngeluh. That's the point. Aku tukang ngeluh = kayak anak kecil. Beberapa hari ini udah mikirin apa caranya biar nggak jadi tukang ngeluh, dan ada 1 solusi yang mungkin bisa berhasil. "konsisten" by @fatfirms . Akhirnya aku berani ambil resiko itu tanpa tau apa yang bakal terjadi. Dan ternyata itu berat, dan aku semakin jadi tukang ngeluh, dan jadi orang yang nggak bisa diandalkan. Iya nggak? Galau karena konsisten? Lucu. Padahal niatan awalnya buat nggak ngeluh, kok jadi gitu sih? Semaleman nggalau, nyampah dengan kalimat-kalimat ngeluh. Ergh enough. Aku nggak mau ngulangin lagi. Konsisten. Konsisten buat aku nggak cuma megang omongan dengan teguh, tapi juga tegas sama diri sendiri d...

My superhero♥

Untuk Mama dan Papa, terima kasih akan semuanya. Terima kasih untuk keringat kalian yang selalu menetes hanya untuk memberikan sesuatu hal yang harusnya tidak kusia-siakan. Terima kasih untuk air mata yang telah kalian cucurkan hanya untuk anakmu yang belum tau terima kasih ini. Terima kasih untuk perhatian kalian yang hingga kini dan sampai kapanpun akan kalian berikan padaku. Terima kasih untuk hati kalian yang terlampau besar untuk selalu memaafkan kesalahanku yang mungkin sekarang sudah bertumpuk tumpuk. Terima kasih pada Mama sudah mau mempertaruhkan nyawanya untuk sekedar melahirkanku hingga sekarang aku sebesar ini. Terima kasih sudah mau menjadi matahariku untuk kapan saja. Terima kasih Papa yang sudah mau bekerja keras, memberikan yang terbaik untukku, maaf hingga saat ini aku masih saja belum bisa memberikan apa yang terbaik untukmu Pa. Terima kasih Pa, akan tauladan, serta contoh yang selalu engkau berikan padaku, disiplinmu, ketegasanmu yang bisa memagariku dari kemungkinan...

Best Friends Forever♥

Sahabat, orang yang bangga akan kamu padahal dia tau seberapa jeleknya sifatmu dan dia masih mau menerima itu, bahkan tak pernah berhenti untuk mengingatkanmu dikala kamu salah. Padahal kamu itu sangat sulit untuk dinasehati, tapi ia tetap ada di sampingmu :) Ery Prawestya Teman sebangkuku dari kelas 10, orang yang tau persis apa yang aku pikirkan. Orang yang tak henti-hentinya membesarkan hatiku dikala aku sedang jatuh dan terluka karena F. Sosok seorang kakak perempuan yang tiada henti menunjukkan ketegarannya dalam menghadapi hidup. Orang yang jadi orang pertama tau apapun yang terjadi padaku. Orang yang rela kusinggahi rumahnya hanya untuk berkeluh kesah tentang hidup, untuk berkhayal tinggi. Orang yang mengajariku bagaimana menjadi kuat dan bagaimana menjadi kejam akan hidup. Thanks bro♥ Nindya Laksita K Teman satu kelasku, yang terlampau baik hati. Sosok seorang yang patut kuteladani, kebaikannya, keteguhan hatinya, dan keberaniannya untuk menantang ketakutan dirinya. Or...
Hingga sampai waktuku, ku tak ingin seorangpun merayuku. Tidak pula denganmu, masa laluku. Hingga sampai tenggat waktu yang ditetapkan, tak jua ku kan ingkari itu. Aku kan menunggu, kan tetap menunggu. Walaupun, sebagian kecil dari hatimu takkan pernah kuraih namun ku kan tetap menunggu. Sampai waktu gusar dan menggertakku untuk pergi.

Se-ma-ngat

Kenapa hidup nggak hanya berdasarkan teori? Kenapa hidup nggak segampang ketika seperti ikut dalam acara Dunia Lain? Dimana kalo kita udah nggak kuat dan mau nyerah tinggal lambaikan tangan ke kamera dan semua berakhir sampai disitu, kita dijemput dan lolos dari perasaan yang mengintimidasi kita. Kenapa hidup nggak semudah apa yang kita bayangkan? Kenapa kita, terkadang harus menmperhatikan hal kecil yang mungkin nggak ada artinya buat kita? Kenapa kita harus duduk berjam-jam mendengarkan guru menjelaskan tentang rumus-rumus menghitung bola menggelinding, apa itu penting? Sekilas, banyak hal yang sebenarnya sangat sederhana namun ternyata di dalamnya tersusun inti yang sangat rumit untuk diuraikan, dan hanya mereka.. para pemenang yang dapat menguraikan kesederhanaan itu menjadi sesuatu yang tak terhitung nilainya, suatu perasaan yang tak bisa dibeli dengan apapun, yaitu kebahagiaan. Inti dari postingan yang "njelimet" ini sebenernya satu, berusaha buat menang di dalam keadaa...

Not today

Bukan hari ini dimana kamu mau membiarkan hatimu untuk aku mengerti dan kumengerti. Bukan hari ini kamu mengikat hatiku, ataupun aku mengikat hatimu. Bukan hari ini, bukan esok, dan bukan lusa. Bukan juga waktu yang menentang atau tak setujui ini semua. Waktu sedang berbaik hati memberikanku kesempatan untuk bisa menggapaimu, untuk bisa merengkuhmu dan mempercayakan hatiku padamu. Bukan masalah hari kemarin ataupun kemarinnya lagi. Bukan juga masalah hatimu yang masih sekerat batu. Bukan juga masalah hatimu yang jauh tuk kuraih. Ini hanya masalah keinginan dan ketulusan. Haruskah semua dikaji ulang? Haruskah kuulangi lagi semua? Ataukah harus kuhancurkan saja semua, biarkanku sakit dan lalu menjerit hilang dimakan kesepian, atau harus kupertahankan semuanya? Melonggarkan toleransi hatiku yang tertempeli dengan suatu idealisme? Atau lagi semua ini hanya klise belaka?

Dari barat untuk tenggara

Hai tenggara, perkenalkan aku barat. Disaat matahari pulang, warnaku menjadi jingga-kemerahan, ketika itu banyak yang terpukau akan keindahanku. Si arah selatan terkadang mengirimiku bisikan kata cintanya melalui desau angin yang ia hembuskan kepadaku, lalu utara ia juga melakukan hal yang sama dengan selatan, mengirimiku beratus kata tentang cinta, sedangkan timur? ia melakukan hal yang sama, mengiringi matahari sepertiku, membuatku terpesona akan keanggunannya dikala matahari terbit, mengirimkan isi hatinya melalui kabut tipis yang mudah hilang dengan rasa dingin menggigit yang membuatku nyaman. Namun suatu ketika aku bosan dengan manja-manjaan yang mereka beri, mereka hanya mengajariku untuk bahagia bukan untuk menderita. Mungkin aku terlalu angkuh, aku berpaling dari mereka aku tertarik pada seseorang yang ada di antara si timur yang gagah dan selatan yang rupawan. Si tenggara, iya tenggara, seseorang yang mungkin hanya dianggap sebelah mata atau bahkan sama sekali diacuhkan. Di lu...

11:11

11:11 K? K untuk siapa? K untuk seseorang disana yang masih memandang usahaku dengan sebelah mata, atau bahkan tidak memandangnya sedikitpun? K untuk dia yang berada bertolak belakang denganku. K untuk yang selalu hanya akan ada di dunia mayaku. K untuk seseorang yang akan mengingatkanku pada hujan, mengingatkanku pada saat aku sulit bernafas. K untuk seseorang yang mengingatkanku pada sebuah kalimat, "Jangan pernah mau kalah sama penyakit" K untuk dia yang mengajariku banyak hal tanpa ia sadar. K untuk mimpiku, mimpi indah namun getir pahitnya nyata ada.

Empty Box

Entah kenapa sekarang aku ngerasanya hatiku nih bener-bener kosong. Intinya sih 1, gue kesepian. Yak, benar-benar kesepian. Kesepian tingkat akut. Gue ngerasanya gue udah ada di titik teratas. Yap, jenuh yang sangat memuakkan. Aku mencoba mengisi kotak kosongku dengan sedikit harapan tentang seseorang, namun tetap saja semua sia-sia. Semua mengasap dan lama-kelamaan menghilang dihembus angin. Tapi serius, ada di titik ini bener-bener ngebuat gue jadi orang yang pesimis dan jadi orang yang gampang banget ngeluh. Iya, ngeluh. Ngeluh emang bukan solusi ataupun pemecahan dari semua masalah ini. Tapi emang sekarang yang aku bisa lakukan ya Cuma ngeluh, Cuma ngeluh. Mau gimana lagi? Katanya cinta nggak usah dicari tapi ditunggu aja datengnya. Permasalahannya: Cinta nggak bakal berhenti di aku kalo aku diem aja gini nunggu cinta dateng ke aku. Aku emang udah takdirnya kali ya nggak bisa apa-apa? Kalau Tuhan denger dan tau isi hatiku, aku Cuma minta 1 hal kok. Aku minta Tuhan kirimin makhluk-N...

Patah

Aku bukan cuma hancur, tetapi juga remuk. Aku tak hanya menangis, tetapi meronta meraung sakit .Aku bukan pemenang, tapi pecundang. Aku tak hanya meradang, tapi juga terbakar. Aku sakit, hatiku hancur dan hilang. Aku berontak akan semua ini, tapi semua seperti tak bergeming dengan inginku. Semua seolah hanya desau angin yang menerpaku, semakin membuat pedih luka yang menganga lebar ini. Aku tak ingin untuk mengobatinya. Kenapa? Sia-sia, kelak luka ini kan terbuka kembali. Aku hanya bisa menangis, kalau bukan itu apa lagi? Mau tertawa? Tawaku itu tawa hampa, tawa kosong, tawa kematian. Tersenyum seolah tak pernah terjadi apa-apa? Senyum yang pura-pura, senyum palsu. Entah kenapa ini semua terasa getir sekali untuk kurengguk. Pahit, pedih silih berganti melengkapi getir yang kurasa. Menyedihkan bukan? Tuhan terlalu sayang padaku, itulah alasan kenapa Ia begitu dalam menyakitiku, untuk membangunkanku dari mimpi-mimpi indahku yang tak mungkin pernah mendapatkan izin-Nya untuk menjadi sebua...

27 Itu tanggal sial ya?

Baru di awal tahun kok udah patah hati? Hal itu terjadi loh sama aku. Gimana sama kalian? Ngerasain hal yang sama nggak? Kalo aku sih iya. Awal tahun ini patah hati teruuus. Masih inget F? F itu kakak kelas yang aku sukain dari kelas 1 di sekolah. Serius ya orangnya tuh bukan termasuk kategori anak yang patut dijadiin teladan. Kok bisa? Ya bisalaaah -__- Gini ya, dia itu anak gengsternya sekolahku, terus dia doyan clubbing, doyan bolos sekolah, perokok, apa itu patut buat diperjuangkan? Enggak. Totally he’s not the best I can get, right? Tapi meskipun gitu aku SAYAAAANG banget sama tu anak. Ada yang menyebut ini bukan sayang tapi obsesi. Oke, he is my OBSESSION! Dia obsesiku dia obsesiku dia obsesiku lalalala. Oh iya dan berapa lama aku memperjuangkan hatiku untuk mendapatkannya? 1 tahun lebih 3 bulan! Kyaaaa lama banget ya? (Baru nyadar setelah ngitung ini tadi). Udah selama itu dan kamu nggak ada tanggepan sama sekali? Dasar bebal! Oke akhir January kemarin kamu bilang ke aku, kalo ...

New Year, New me

Hai blog, lama nggak nge-posting ya? Ini postingan pertamakau di tahun 2011. Oh iya, Happy New Yeaaaaar yaaa :) Happy new Year buat tahun baru 2011 ataupun tahun baru imlek juga boleh hahaha. Aku emang sengaja lama nggak update, takut keinget hal yang udah jaman dulu banget. Tapi yaahh mau gimana lagi? Banyak yang minta aku update dan ngurusin blog ini sih, maklum banyak fans hahaha (Nggak usah pada protes). Hmm tahun baru… Jadi inget aku punya banyak resolusi buat tahun baru loh :) . Mau tau apa aja? Nih ya aku tuliiis: Resolusi Tahun 2011: -Buat orang tua bangga, prestasi harus naiiiik tajam pokoknya! -Kurusin badaaaan biar ideal dan nggak gendut gini. -Belajar jadi cewek (?) Min. Tahun ini punya 5 Dress!! -Ikut O2SN lagi dan menang lagi! Giat latihan Karate -Sholatnyaaaaa jangan bolong-bolong! -Punya pacar (?) *Nggak wajib deh yang ini. Kayaknya sih itu aja resolusiku di tahun 2011 ini, cukuup itu. Sekarang udah bulan February kan ya tapi salah satu dari 6 resolusi di atas ...