Konsisten di dalam konsisten
Konsisten dalam konsisten = konsisten pangkat dua. Rumit? Begitulah adanya. Bisa kau anggap rumit, bisa kau anggap mudah. Tergantung darimana dan bagaimana kau melihatnya. Konsisten di dalam konsisten itu rasanya menyesakkan. Bagaimana tidak? Menjalankan konsisten biasa saja aku masih tertatih, bagaimana dengan konsisten pangkat dua? Aku mungkin hanya jalan di tempat. Mungkin. Mungkin. Namun, mungkin juga tidak. Mungkin aku malah bisa berlari mendahuluimu? Mendahului rasa sakit ini? Tergantung niat. N I A T. Niat. Kalau niatku kuat aku pasti bisa. Bisa menghalau semua hal yang mengenaskan ini. Termasuk kamu. "Kalau kamu yakin sama dia, ya kejar terus Tapi kalai enggak ya udah let it go aja. It depends on you. Pilihan ada di kamu fa" said my big bro Bintang Ilham Avicena
Apa aku yakin sama kamu? Apa kamu membuatku yakin padamu? Aku yakin kamu punya jawabannya tanpa harus aku bisikkan. Dan itu alasan kenapa aku menjadi seperti ini
Apa aku yakin sama kamu? Apa kamu membuatku yakin padamu? Aku yakin kamu punya jawabannya tanpa harus aku bisikkan. Dan itu alasan kenapa aku menjadi seperti ini
Komentar