Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2013

Diam-diam

Jatuh cinta diam-diam itu membuat pelakunya jadi lebih banyak bersyukur. Gimana enggak? Mentionnya dibales aja udah alhamdulillah, smsnya dibales juga alhamdulillah, apalagi kalo perasaannya saling bersambut, alhamdulillah. Seharusnya sih begitu, seharusnya sih orang yang jatuh cinta diam-diam juga sudah bergelar master dalam ilmu ikhlas. Seharusnya. Namun ternyata tidak sesimple itu makna dari jatuh cinta diam-diam. Jatuh cinta diam-diam itu makan ati, jatuh cinta diam-diam itu belajar kuat ketika diabaikan, belajar kuat ketika tidak dilihat, belajar jadi manusia tembus pandang. Jatuh cinta diam-diam itu nggak jelas jatuh cinta sendiri atau saling jatuh cinta. Jatuh cinta diam-diam itu jatuhnya ya diam-diam, sakit ya diam, nggak ada yang nolongin. Jatuh cinta diam-diam itu rela berkorban, berkorban air mata, berkorban perasaan dan berkorban hati. Jatuh cinta diam-diam itu pada akhhirnya hanya berujung merelakan, karena perasaan yang dipunya akan selalu diam dan "unknown...

Voila!

Dan kenapa bisa tiba tiba pengen ngeblog? Gara gara baca blognya Qori dan voila! Saya kembali lagi berenang-renang di tumpukan kata yang menganak-sungai seperti ini banyaknya. Hoaaaahm. Selamat membaca dan menerka-nerka semua yang ada di dalamnya. Oiya ingat, apa yang kamu baca belum tentu kamu tau! :)) dan belum tentu itu nyata.

mengeja

Kamu tau tidak apa yang aku tidak tau? Aku tidak tau bagaimana mengeja namaku dengan benar bila denganmu. Bahkan untuk mengeja kata sapa saja aku menjadi beku. Mungkin saraf bicaraku menjadi berhenti mendadak ketika bersamamu. Atau memang aku diharuskan untuk diam dan menelan lagi semua kata itu? Aku masih belajar mengeja kata. Aku masih belajar menganyam harapan. Aku masih belajar menenun perasaan. Dan aku masih belajar menambal senyum. Aku masih berusaha mengerti desau angin Masih berusaha mengerti bahasa alam Dan masih berusaha mengerti alur ini. Dan aku pantang menyerah, namun aku kini menyerah. Dan aku menolak lupa, namun kini aku menjadi lupa. Dan aku memendam semuanya, namun kini aku telah membunuhnya.

~

When you too inlove to let it go But if you never try you'll never Semua ini ada hikmahnya dan ada alurnya. Percuma menggores luka untuk sesuatu yang memang ditakdirkan begini adanya. Memang belum ada yang menyejukkan, belum ada yang menenangkan. Lantas untuk apa ditangisi dan disesali? Mungkin memang dia orangnya, atau mungkin tidak. Abu-abu bukan? Sama abu-abunya dengan semua ini. Kalau aku saja masih abu-abu tentangmu, bagaimana bisa semua sesak ini mengikatku untuk menangis? Kalau saja kamu masih abu-abu di hidupku, lantas mengapa bisa aku masih memikirkanmu hingga saat ini? Ah, mungkin kamu salah datang dan salah masuk. Kamu seharusnya tidak bertamu ke kehidupanku. Bahkan, tidak pernah mengetuknya sekalipun Dan aku, harusnya tidak pula membukakan pintu dan menghidangkan secangkir teh hangat untukmu. Karena teh hangat itu seharusnya bukan untukmu.