Untitled
Teruntuk, kamu 3 tahunku
Malam ini, lagi-lagi rasa dingin itu kembali membungkusku dengan rapat. Membuatku berulang kali menggigil. Membuatku terpaksa mengambil lagi pemantik usang yang dulu kau berikan kepadaku. Masihkah kau ingat? Maukah kau mengingatnya? Sudikah kau untuk mengakui bahwa aku DULU pernah ada dan menjadi pemilik hatimu? Ah... aku rasa tidak.. Melirikkupun mungkin kau tak lagi sudi, apalagi mengakui hal seperti itu?
Kala malam dibungkus dengan hawa dingin ini apa kau mengingatku? Apa kau mengingat bagaimana kau melingkarkan kedua tanganmu untuk memelukku? Akankah suatu saat nanti hatimu kembali pulih dan kembali bisa memelukku lagi? Dan kali itu pelukanmu kan terasa lebih erat dan tak akan pernah kulepaskan lagi.
Tertanda, orang yang 3 tahun mencintaimu
Malam ini, lagi-lagi rasa dingin itu kembali membungkusku dengan rapat. Membuatku berulang kali menggigil. Membuatku terpaksa mengambil lagi pemantik usang yang dulu kau berikan kepadaku. Masihkah kau ingat? Maukah kau mengingatnya? Sudikah kau untuk mengakui bahwa aku DULU pernah ada dan menjadi pemilik hatimu? Ah... aku rasa tidak.. Melirikkupun mungkin kau tak lagi sudi, apalagi mengakui hal seperti itu?
Kala malam dibungkus dengan hawa dingin ini apa kau mengingatku? Apa kau mengingat bagaimana kau melingkarkan kedua tanganmu untuk memelukku? Akankah suatu saat nanti hatimu kembali pulih dan kembali bisa memelukku lagi? Dan kali itu pelukanmu kan terasa lebih erat dan tak akan pernah kulepaskan lagi.
Tertanda, orang yang 3 tahun mencintaimu
Komentar