BLAM!

Yah kali ini dirasuk pedih yang hebat. Tidak, tidak lagi dibawah hujan seperti dua tahun lalu. Tidak, tidak lagi nikotin. Ah tidak atau belum? Masihkah aku harus mencari lagi pemantik usang yang terlupa itu. Berusaha mengingat rasanya lagi berusaha mengingat asapnya lagi. Yang membawa kelam lagi. Aku memang berjanji untuk berhenti, tapi tak berjanji untuk tidak mengulangi, bukan? Ah, kenangan itu. Selalu membungkam tawaku saat sendiri. Selalu menikmati sedih yang memberontak. Kali ini yang ada hanyalah aku dan diam. Sepi. Mengingatkanku pada sekarat yang tak berujung. Menenggelamkanku pada sesak yang tak berakhir. Rasanya klise. Ah tidak, rasanya terlempar jauh ke padang pasir yang tidak berpenghuni. Sendirian. Entah sampai kapan. Mungkin sampai nikotin itu mulai menggerogoti dan menetap disini. Di nafasku. Dan di hidupku. BLAM! Dan nanti kisah ini akan berakhir sendirinya. Tanpa ampun. Merasuk mengahncurkan apa saja yang dilihatnya dan dihadapinya.

Komentar