#1
Pikirannya jauh pergi ke masa-masa lalu. Rasanya energinya telah habis terkuras ketika ia kembali ke masa lalu dan menelusur apa kesalahannya. "Ah, tidak ada yang salah sepertinya" desisnya pelan seraya mengutuk dirinya sendiri. Ia masih menerawang jauh menatap ke jalanan yang padat merayap walau tengah hujan lebat seperti ini. Salsa mengenyahkan tubuhnya ke jok mobil di belakangnya, berharap hal itu bisa membawanya kembali ke rumah dalam sekejap. Lagi-lagi sedan hitam di belakang mobilnya membunyikan klakson, seolah memaksanya untuk maju. "Ah, diamlah! Jalanan memang macet, sabar sedikit kenapa sih?" umpatnya kesal lalu ikut-ikutan melakukan hal yang sama, membunyikan klakson agar mobil di depannya maju paling tidak beberapa meter. Jakarta memang payah akhir-akhir ini, hujan dan banjir dimana-mana. Dan bagusnya lagi, untuk ke kantor ataupun ke rumahnya, ia harus melewati daerah yang rawan banjir. Biasanya saat terjebak macet seperti ini, ia akan langsung menelepon kekasihnya, Randy. Namun karena pertengkaran hebat mereka semalam, ia mengurungkan niatnya itu. Ia sendiri tidak mengerti apa yang salah dengan hubungan mereka yang selama ini jauh dari yang namanya bertengkar hebat. Memang diakuinya akhir-akhir ini mereka berdua saling tenggelam dalam kesibukan masing-masing. Salsa sibuk kesana-kemari untuk meeting dengan partner bisnis untuk mengejar kata "deal" untuk bekerja sama dengan perusahaan tempatnya bekerja. Dan Randy juga sama sibuknya keluar masuk pengadilan untuk membebaskan kliennya yang sedang tersandung masalah besar, korupsi salah satu pengadaan barang di kementrian apalah itu yang Salsa sendiri tidak yakin tau bagian apa dan dimana.--
Komentar