...
Ada yang punya saran nggak, gimana rasanya menetralkan hati yang udah nggak berfungsi dengan baik? Atau gimana caranya melupakan seseorang dengan kilat? Kalau ada resepnya aku minta. Kali ini dayaku tinggal separuh. Rasanya aku sudah berlari terlalu jauh meninggalkan semua tawa itu di belakangku. Rasanya aku sudah berlari dari pekatnya dan dari getirnya. Namun seolah percuma, hal itu masih saja terus mendatangiku. Membuatku kalut. Semua ini samar. Semua ini hambar. Jauh dari hingar bingar. Jauh dari sinar. Aku masih berusaha, terus berusaha lari dan lupa. Namun mana mungkin? Kalau ternyata aku masih terus menghadap selatan, menghadap ke arahmu, nun jauh disana.
Komentar