lihat aku
lagi lagi malam ini aku duduk terpaku di pinggir jendela
memandang jauh tak berbatas ke pekatnya malam, aku berusaha mencari bintang
bintang yang pernah kau janjikan untukku, aku masih menantinya
mencarinya sampai saat ini
aku terdiam, seolah termakan hingar bingar kota malam ini
beribu pertanyaan berlari berkejaran di dalam otakku
semua adegan yang pernah kita lakukan (walau sebagian besarnya aku yang melakukan) bermain kembali seperti film yang diputar secara slow motion, perlahan ingatan tentangmu menusuk pikiranku, mengiris hatiku tipis tipis
sejak awal pertemuan itu, tawamu yang berhasil menarik perhatianku
aku mencintaimu, dan cinta ini tanpa syarat dan tuntutan
aku bukanlah jaksa yang akan selalu menuntutmu dengan berbagai tuntutan yang kulayangkan padamu
lihat aku, pahami apa yang aku rasa
lihat usahaku untuk menaklukan angkuhmu yang terlampau tinggi itu
AH! namun percuma, beribu kali aku berucap padamu semua hanya sia sia
asa yang perlahan menipis, lalu hilang
kamu masih tetap terdiam, tidak bergerak
tetap nyaman bersama pemantik api tua itu, dan tetap sama... bersama puluhan batang rokok itu
dan aku? masih tetap disini, kian rapuh hingga akhirnya hancur karena rasa candu ini
memandang jauh tak berbatas ke pekatnya malam, aku berusaha mencari bintang
bintang yang pernah kau janjikan untukku, aku masih menantinya
mencarinya sampai saat ini
aku terdiam, seolah termakan hingar bingar kota malam ini
beribu pertanyaan berlari berkejaran di dalam otakku
semua adegan yang pernah kita lakukan (walau sebagian besarnya aku yang melakukan) bermain kembali seperti film yang diputar secara slow motion, perlahan ingatan tentangmu menusuk pikiranku, mengiris hatiku tipis tipis
sejak awal pertemuan itu, tawamu yang berhasil menarik perhatianku
aku mencintaimu, dan cinta ini tanpa syarat dan tuntutan
aku bukanlah jaksa yang akan selalu menuntutmu dengan berbagai tuntutan yang kulayangkan padamu
lihat aku, pahami apa yang aku rasa
lihat usahaku untuk menaklukan angkuhmu yang terlampau tinggi itu
AH! namun percuma, beribu kali aku berucap padamu semua hanya sia sia
asa yang perlahan menipis, lalu hilang
kamu masih tetap terdiam, tidak bergerak
tetap nyaman bersama pemantik api tua itu, dan tetap sama... bersama puluhan batang rokok itu
dan aku? masih tetap disini, kian rapuh hingga akhirnya hancur karena rasa candu ini
Komentar