benci yang mencandu
aku benci, lagi lagi aku benci saat aku berusaha menghapus air mataku yang selalu jatuh untukmu
bersusah payah aku menjadikan hatiku ini hati batu yang tak bisa kau sakiti
aku terdiam, menuduk, lalu berdiri menghadap kaca besar
aku berkaca, memandang diri dari atas hingga bawah
dan ternyata aku buruk rupa, aku tidak molek, tidak pandai bersolek pula
sudah. lengakp. aku tau hasil akhirnya
aku butuh banyak waktu untuk merebut hatimu (yang pastinya, sangat susah. aku sudah membuktikannya 10 bulan ini)
aku benci ketika aku bangun di pagi hari dengan senyuman lebar, dan aku tersadar senyum itu karena kamu yang datang dalam mimpiku
aku benci saat aku diam aku tiba tiba tersenyum sendiri, dan aku sadar itu lagi lagi karena kamu
aku benci saat aku ingat siapa yang pernah menasehatiku untuk berhenti berkutat dengan banyak batang rokok, dan itu orangnya adalah kamu
mimpi buruk yang selalu jadi candu di tubuhku setiap detiknya
aku benci di saat aku harus belajar tentang caranya mengendalikan emosi dan aku tau itu karena kamu
aku benci di saat aku harus selalu menjaga tingkah lakuku di depanmu
entah aku tidak tau mantra apa yang kamu gunakan untuk membuatku bisa berubah menjadi lebih baik seperti ini
aku tau, pasti kamu tidak sadar kalau kamu sudah melakukan banyak perubahan di diriku
semua ini aku lakukan karena rasa candu dan kegilaaan ini tulus dan sangat besar padamu
namun sayang kamu tuli untuk mendengar rasa rindu dan sayang ini yang mencandu padamu
aku rindu kamu, di setiap denyut nadiku, di setiap tetes air mataku
aku masih mendedikasikan hati ini untukmu
ataukah perlu aku memberikan proposal untukmu? agar kau percaya dan bisa mengerti hatiku?
mungkin hanya Tuhan yang tau seberapa dalam rasa ini untukmu, dan mungkin kamu akan menyesal, suatu saat
iya menyesal suatu saat, karena kamu pernah mengabaikan hatiku yang kian lama kian mengarat, dan mati perlahan
bersusah payah aku menjadikan hatiku ini hati batu yang tak bisa kau sakiti
aku terdiam, menuduk, lalu berdiri menghadap kaca besar
aku berkaca, memandang diri dari atas hingga bawah
dan ternyata aku buruk rupa, aku tidak molek, tidak pandai bersolek pula
sudah. lengakp. aku tau hasil akhirnya
aku butuh banyak waktu untuk merebut hatimu (yang pastinya, sangat susah. aku sudah membuktikannya 10 bulan ini)
aku benci ketika aku bangun di pagi hari dengan senyuman lebar, dan aku tersadar senyum itu karena kamu yang datang dalam mimpiku
aku benci saat aku diam aku tiba tiba tersenyum sendiri, dan aku sadar itu lagi lagi karena kamu
aku benci saat aku ingat siapa yang pernah menasehatiku untuk berhenti berkutat dengan banyak batang rokok, dan itu orangnya adalah kamu
mimpi buruk yang selalu jadi candu di tubuhku setiap detiknya
aku benci di saat aku harus belajar tentang caranya mengendalikan emosi dan aku tau itu karena kamu
aku benci di saat aku harus selalu menjaga tingkah lakuku di depanmu
entah aku tidak tau mantra apa yang kamu gunakan untuk membuatku bisa berubah menjadi lebih baik seperti ini
aku tau, pasti kamu tidak sadar kalau kamu sudah melakukan banyak perubahan di diriku
semua ini aku lakukan karena rasa candu dan kegilaaan ini tulus dan sangat besar padamu
namun sayang kamu tuli untuk mendengar rasa rindu dan sayang ini yang mencandu padamu
aku rindu kamu, di setiap denyut nadiku, di setiap tetes air mataku
aku masih mendedikasikan hati ini untukmu
ataukah perlu aku memberikan proposal untukmu? agar kau percaya dan bisa mengerti hatiku?
mungkin hanya Tuhan yang tau seberapa dalam rasa ini untukmu, dan mungkin kamu akan menyesal, suatu saat
iya menyesal suatu saat, karena kamu pernah mengabaikan hatiku yang kian lama kian mengarat, dan mati perlahan
Komentar