hujan part 1

Dan lagi malam ini aku masih memikirkanmu, berusaha merengguk sesuatu yang amat menyakitkan bagiku. Aku merindukanmu, seperti tanah tandus yang merindu akan cumbu rintik hujan lebat jatuh diatasnya. Aku kan selalu setia menunggumu seperti bulan yang selalu setia memberikan cahayanya pada bumi ini bergantian dengan matahari, tanpa kenal lelah. Walaupun mereka hanya bertemu saat gerhana tiba, saat bumi menutup mata memberikan sedikit waktu pada bulan dan matahari. Namun mereka tidak pernah mengeluh, mereka rela, karena mereka benar-benar tulus satu sama lain. Kau dulu yang membisikkan tentang cerita itu, menenangkan hatiku yang gundah saat aku tau kamu akan pergi jauh meninggalkanku. Aku tau, kamu pergi bukan karena membenciku, tetapi karena kamu memang harus pergi. Aku tau kita sama sama berat merenggang satu sama lain. Aku juga tau mungkin, rasa cintamu akan mulai terkikis sedikit demi sedikit. Perlahan tapi pasti aku tau hal itu akan terjadi. Namun, tak peduli seberapapun itu, aku masih tetap disini tetap mencintaimu. Persis setahun yang lalu, kenangan kita di pagi buta di bawah rintik hujan. Dan sedikit kabut yang menjadi saksi bisu kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Usaha

Diam-diam

aku benci