hatiku mulut ember

akhirnya baca bukunya raditya dika, MMJ :) buku kontroversial antara aku dan mamen

pertama baca tentang mencintai diam diam, yang berakhir dengan kata menerima, dan merelakan
kalau mencintai diam diam berakhir dengan seperti itu, harusnya mencintai secara blak blakan tidak harus berakhir dengan kata kata seperti itu
namun, sepertinya dewi fortuna tidak pernah singgah dan menaungiku dalam masalah cinta
sesuatu yang dianggap tabu berdasarkan lazim dan ketidaklaziman
aku selalu tidak bisa mencintai dalam diam, aku tidak tahan mencintai orang yang tidak mengetahui kalau aku mencintainya, apalagi orang tersebut tidak mengetahuiku(tambah hancur kalo itu)
kadang aku berfikir kalau aku mencintai dalam diam, maka cinta itu akan menjadi obsesi (sudah terbukti pada seorang kakak kelasku yang kurang beruntung)
mencintai secara blak blakan yang aku lakukan malah terkadang berujung sangat perih, sangat
bayangkan, orang yan kamu cintai menjauhimu, mencacimu, melihatmu hanya dengan sebelah mata
padahal cinta yang kamu berikan tulus tanpa ada cacat sedikitpun
namun, dia malah memilih seorang yang bahkan tak lebih tulus cintanya daripadaku
dia mencintaimu karena apa yang kamu punya, bukan karna sederhanamu
kalau sekarang, baru aku diam
namun diamku ini bukan lagi berarti mencintaimu dalam diam
aku sudah merelakanmu dengannya
aku hanya bisa berharap, dengan siapapun kamu disana aku selalu berdoa kamu selalu bahagia
dan aku disini hanya bisa tersenyum dalam gelap, senyum pahit
yang menunggu adanya cinta tulus yang menyapaku, tak perduli berapa lama
aku tak akan pernah mengarat untuk menunggunya, namun ingatanku tentangmulah yang akan mengarat dan hilang tertiup angin

Komentar

Imam Syatibi mengatakan…
aku dataaang :-D
Farah Eka Putri mengatakan…
kok kowe sih -_-

Postingan populer dari blog ini

Usaha

Diam-diam

aku benci