hujan part 2

Senja ini hujan deras turun mencumbu tanah kering yang tandus, melegakan kerinduan tanah akan kehadirannya. Seperti hal nya hujan mengobati rasa rinduku padamu. Aku merasakan kehadiranmu di sisiku. Aku tau kau disana juga merindukanku, pastinya. Kau rindu pelukanku, kau rindu ciumanku. Dan kau rindu senyumku.

Senja waktu itu, kita selalu duduk berdua memandangi senja yang tenggelam. Duduk di bangku tua itu, sambil menggenggam erat satu sama lain. Seolah kita telah menggenggam dunia dan isinya. Kita tersenyum satu sama lain, tidak pernah menyangka akan berakhir seperti ini. Itu 4 tahun yang lalu, disaat kita masih bisa menaklukan ego masing masing. Itu disaat kita belum mulai saling mendiamkan, seperti sekarang.

Kau sibuk dengan duniamu, begitu pula aku. Aku sadar, kau sibuk bukan dengan wanita lain. Kau sibuk dengan usahamu meraih asamu. Aku tau kau lelah, kita sama-sama lelah dan merasa tersakiti, tapi apa salahnya kau bagikan sedikit saja bebanmu di pundakku ini, pundakku memang tidak kokoh seperti baja. Namun pundakku ini nyaman dan dengan ikhlas mau meringankan bebanmu.

Aku mencintaimu, masih sama seperti 4 tahun silam. Pertama kali kita bertemu, saling pandang lalu saling jatuh cinta. Masa masa pendekatan yang lama, timbul tenggelam, muncul dan hilang, datang serta pergi. Kita telah menjalani ini semua dengan sempurna. Saling mengerti satu sama lain selama ini. Namun, sepertinya aku salah. Rasaku tak lagi sepeka dulu. Hangat pelukku tak lagi sehangat dulu. Dan kita mulai saling membenci, satu sama lain.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Usaha

Diam-diam

aku benci