Rencana RahasiaNya

Pagi ini, aku mengawali dengan senyuman lebar. Hingga mama bertanya-tanya padaku apa yang membuat aku tersenyum selebar ini, tidak seperti biasanya yang selalu murung. Aku sudah berjanji bukan? Melupakanmu adalah cara terbaik untuk semua. Aku berharap Tuhan masih mau berbaik hati dan menggantikan senyumku yang telah diambilnya, jangan cemburu sayang. Kamu masih menjadi orang yang spesial bagiku, tidak tergantikan namun tertutupi oleh yang lain. Yang lain? Hmm apakah ada? Hingga saat ini belum, bukan tidak. Iya, belum. Tuhan pasti sudah menyiapkan seseorang disana, ditempat rahasiaNya. Kira-kira seperti apa ya sayang orang itu? Apa ia sesabar kamu? Atau sedewasa kamu? Aaah aku tidak membayangkan dan belum punya bayangannya. Biarlah aku menikmati kesendirianku ini. Aku masih menyukai kesendirianku saat menghisap nikotin. Maaf sayang, sepertinya nikotinku itu sulit kulepaskan sekarang. Apa kelak lekaki pilihan Tuhan itu bisa meniupkan sejuk ke dalam hatiku yang kusut selama ini? Aku harap ia bisa, ia tangguh dan tak mudah menyerah melakukan itu.. Amin.

Komentar

Unknown mengatakan…
saya juga masih menuggu rencana rahasia dari Tuhan yang akan mempertemukan saya dengan seseorang yang spesial :)

Postingan populer dari blog ini

Usaha

Diam-diam

aku benci