Canggung itu...

Kali ini aku membisu memandangmu dari jauh, yah kenapa harus dari jauh? Karena aku tidak mau kamu tau kalo aku selama ini mengagumimu. Walaupun terkadang aku harus menelan pahit ketika melihatmu berjalan ke kantin dengan perempuan lain, yang bahkan aku tidak mengerti dengan jelas siapa dia. Mungkin temanmu? saudaramu? sahabatmu? atau bahkan orang yang ingin mendekatimu? Aku sudah berusaha meyakinkan diriku untuk melupakanmu, tapi itu sulit. Aku hanya ingin bisa berbicara denganmu, tapi entah mengapa ketika kita saling berselisih jalan ataupun bertatap muka seolah kata canggung mengusai kita dan memberi jarak yang teramat lebar hingga tidak bisa direngkuh. Apa aku harus ikut kursus berbicara dengan orang yang kukagumi? Oh ya terdengar sangat brilian. Rasa canggung itu seperti menelan biji duren, sulit digambarkan. Kenapa harus canggung? Ketika bertatapan denganmu, mata bertemu mata aku merasa jantungku berdetak secara tak beraturan, lepas kontrol. Aku bahkan merasa kau bisa mendengarkan detak jantungku yang tidak berirama itu. Ketika melihat senyummu dan mendengar tawamu aku selalu mengepalkan tangan erat-erat berusaha mengendalikan diri untuk tidak menjerit kegirangan.
Canggung ini timbul karena rasa kagumku padamu? Tidak cuma canggung, namun terselip pula rasa suka. Aku baru menyukaimub di tahap ini, masih menyukai menjadi mata-matamu, masih menyukai menjadi orang yang diam dan memperhatikanmu dari jauh. Karena aku, belum siap menyayangi. Karena aku takut, canggung yang menyenangkan ini berubah menjadi rasa ingin memiliki yang berelebihan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Usaha

Diam-diam

aku benci