nggerus #2
Malam ini aku masih terbangun di dalam kamarku yang gelap, kamu tau aku memikirkanmu lagi. Akhirnya aku memutuskan keluar ke teras untuk berkeluh kesah pada bintang. Aku membawa benda yang mengingatkan tentangmu. Pertama aku membawa bercangkir-cangkir capuccino, minuman kesukaan kita dan aku yakin aku akan terjaga hingga esok hari. Karena banyaknya cangkir yang kubawa ini. Kedua, aku bawa pemantik api ini. Ingat sejarahnya? Katamu, "lebih baik kau genggam pemantik itu erat-erat daripada kau menjejali paru-parumu dengan menghisap asap kotor itu". Tapi kali ini aku sepertinya melanggar pesanmu, hatiku sudah terlalu sesak oleh rindu. Ketiga, aku memakai sweater usang kita, iya sweater kita yang kembar itu. Aku ingat ini hadiahmu saat aku ulang tahun. Keempat dan yang terakhir karena aku nggak mau mengobrak-abrik kamarku malam ini hanya untuk mengeluarkan semua kenangan tentangmu. Yang keempat adalah foto-foto kita dalam berbagai pose, ingat fotomu yang kuambil diam-diam? Saat kau sedang menghisap batang rokok, itu salah satu favoritku, kau tau?
Malam ini aku bercerita tentang semua yang kurasa. Aku merindukanmu dan aku tau kau mengerti meskipun kita terpisah beribu-ribu kilometer dan terpisah laut cina selatan. Aku tau ini adalah konsekuensinya, mencintaimu lebih dalam artinya siap menerima hubungan yang bersandingan dengan jarak. Kamu yang biasanya selalu ada di sebelahku dan mencereweti banyak hal kini jauh disana. Aku memandang foto favoritku, mukamu begitu serius aku rindu. Lalu aku teringat, sepertinya di saku celanaku masih ada satu batang rokok yang aku ambil dari bungkus rokokmu kemarin, sebelum kau pergi. Aku ambil pemantik api pemberianmu, dan kuhidupkan. Kuresapi dalam dalam setiap tarikan nafasku. Aroma ini, aku merindukannya selalu. Aku ingin memelukmu sekali lagi, semalaman agar aku kuat jauh darimu.
Malam ini aku bercerita tentang semua yang kurasa. Aku merindukanmu dan aku tau kau mengerti meskipun kita terpisah beribu-ribu kilometer dan terpisah laut cina selatan. Aku tau ini adalah konsekuensinya, mencintaimu lebih dalam artinya siap menerima hubungan yang bersandingan dengan jarak. Kamu yang biasanya selalu ada di sebelahku dan mencereweti banyak hal kini jauh disana. Aku memandang foto favoritku, mukamu begitu serius aku rindu. Lalu aku teringat, sepertinya di saku celanaku masih ada satu batang rokok yang aku ambil dari bungkus rokokmu kemarin, sebelum kau pergi. Aku ambil pemantik api pemberianmu, dan kuhidupkan. Kuresapi dalam dalam setiap tarikan nafasku. Aroma ini, aku merindukannya selalu. Aku ingin memelukmu sekali lagi, semalaman agar aku kuat jauh darimu.
Komentar