Patah.

Kayak denger suara benda patah dari dalam. Nggak tau apa yang patah. Cuman gara-gara itu kayak jadi linglung, jadi bingung. Apa yang patah itu syaraf ya? Kalau hati yang patah, masa iya sih patah? Itu sebenernya jleb nggak sih? Atau aku yang nggak peka? Atau aku yang masih mau nurutin ego buat nundukin rasa penasaran atau, lainnya sih? Nggak ngerti harus nunggu berapa lama, atau harus diam berapa lama. Bener nggak sih aku yang nunggu? Atau harusnya aku yang ditungggu? Atau sebenarnya sudah ada yang menungguku? Mau nunggu sampai badainya selesai, baru mengalihkan pandangan deh. Nunggu sampe bosen sendiri deh. Siapa tau kali ini nggak bosen. Well, kalo nggak berekpetasi, nggak bakal sakit kok. Jalanin aja. Tanpa berharap apapun.

Komentar