Hujan.

Hujan sedang menyukai kotaku ini. Hampir setiap hari ia datang hanya untuk mencium basah kotaku. Semua orang belum tentu menyukai hujan. Aku menyukai hujan, menyukai saat aku berada di bawah rintik hujannya. Menyukai saat dimana rintiknya mengenai wajahku. Karena disaat itulah aku bisa menitikkan air mata dengan leluasa. Karena aku tau, langit juga ikut menangis dan berduka. Well, klasik memang. Menyukai hujan, apalagi dibawahnya hanya karena tidak akan terlihat ketika menangis. Setidaknya hanya hujan dan rintiknya lah yang selalu bisa mengaburkan semua masa lalu yang menyakitkan. Hanya hujanlah yang mengerti dan mau menyimpan, sepotong kenangan di masa lalu. Masa sebulan yang lalu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Usaha

Diam-diam

aku benci