Semesta dan Teori Puzzle

Semesta. Malam ini aku kembali berusaha berdamai dengan semesta. Berusaha berdamai dengan keadaan yang ada. Semesta lagi labil. Semesta memintaku untuk barter. Menukar segenap hatiku dengan potongan puzzle. Namun semesta membuatku bingung, yang ia kembalikan adalah sepasang puzzle yang memiliki potongan yang sama persis, tanpa celah. Rasanya kayak terbuai indahnya elegi dalam senja untuk kesekian kali. Menemukan orang yang sama persis memiliki sifat yang sama sepertimu. Rasanya seperti bercermin dan mendapati dirimu di seberang sana dan mendapati ia hidup dan ia nyata. Mendapati bahwa ia-lah orang yang membangkitkan semua mimpi-mimpi konyolmu yang terlalu indah untuk diwujudkan. Menyadari bahwa bahunya adalah tempat pertama kau berlari dan menjatuhkan butir air mata kepedihan. Menyadari bahwa dia-lah yang selalu membuatmu tertawa karena kebodohannya. Menyadari bahwa tidak hanya kamulah satu-satunya manusia konyol yang ada di muka bumi ini. Menyadari bahwa radarmu menemukan orang yang sama sepertimu. Aku menemukannya. Namun sayang, semesta msaih menawannya, sampai salah satu dari potongan puzzle yang kupunya berubah menjadi bentuk lain yang bisa menyatu dengan pasangan puzzle satunya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Usaha

Diam-diam

aku benci