Abstrak.
Saya bisa sendiri kok. Saya bisa menyembuhkan semuanya sendiri. Time heals. Tapi time heals kalo seandainya ada jurang pemisah selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Tapi kalo buat kasus yang ini ngga mungkin rasanya bisa kayak gitu. Profesional. Act lyk usual. Lyk everything is okay. Jadi butuh topeng yang banyak biar ngga ada yang tau ekspresi sesungguhnya yang mana. Masih dalam proses membiasakan diri untuk sendiri. Sebelumnya, sendiri tidak pernah seberat ini. Ataukah karena belum terbiasa? Hanya bisa berharap semua ini hanya refleksi palsu sesaat. Hanya berharap, kelak bukan hanya refleksi yang ada, namun sosok nyatanya! Terlalu dalam jatuh dan berusaha menggapai tepian untuk naik itu berat. Apalagi dengan hati dan perasaan yang tercecer dan tertumpah ruah di dasar lubang. Membuatku memaksa untuk berhenti sejenak dan mengevaluasi apa yang salah. Jadi mikir, jadi diri sendiri itu terbaik, namun terbaik untuk kita belum tentu terbaik buat orang lain. Right? Terus harus jadi sama persis seperti prototype-nya? Aduh, saya nggak yakin bisa. Sekuat apapun saya mencoba saya tetep priceless. "Priceless" itu kata-kata yang sensitif buat saya sekarang. Rasanya pengen lagi teriak dan buang semua rasa sakit yang tertahan di dalam sini. Tapi, jahatnya, rasa sakitnya tinggal dan diam. Berkolaborasi dengan semsesta untuk mengirimkan sejuta rudal untuk kembali menghancurkan hati. Hati yang bahkan kini sudah berkeping-keping dan mendekati menjadi debu.k
Komentar