--

Barusan ngetweet ke Sita yang sebenernya tamparan buat diri sendiri. "mau sampai kapan ngadem-ngademin ati dengan keadaan yang jauh dari fakta?". Kayaknya selama ini pikiranku yang kebiasaan buat mikir positive jadi terlatih gitu deh. Mau sampai kapan ngadem-ngademin ati yang sebenernya nggak harusnya gitu. Coba dikaji ulang deh, ini semua cuman penasaran atau suka? Kalau hanya penasaran, cepat akhiri saja rasanya, daripada penasaran tiada henti. Terkadang pengharapan itu memberatkan. Sesungguhnya asal muasal dari kenapa susah move on itu adalah karena pengharapan yang ada terlampau besar sehingga tidak bisa lagi kuat untuk melangkah. Karena ya... tertahan oleh rasa pegharapan yang memberatkan itu. Bagaimana kalau mulai sekarang pengharapannya disimpan dulu untuk yang lebih pasti kelak? Bagaimana kalau mencobanya terlebih dahulu? Masalah hasil, itu sudah menjadi kuasa pencipta. Yang penting  niatnya, yang penting usahanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Usaha

Diam-diam

aku benci