Apa kabar?

Hai. Apa kabar? Apakah kita masih sama beku? Ataukah kita masih sama keras seperti batu? Atau lagi kita masih sama-sama mendiamkan seperti desau angin yang berhembus tanpa arah? Aku masih diam, masih menungggu badaimu reda dahulu. Tak peduli berapa lama. Tak peduli berapa dekade. Aku masih disini. Masih juga berusaha mengobati rasa sakitku dari yang lalu. Yang berkata manis namun berujung menyayat hati. Yang awalnya menjanjikan kan indah, namun berakhir hancur lebur dihantam badai dan tsunami. Yang namanya, enggan kudengar, enggan kupanggil, dan enggan kuingat. Ternyata sakitnya semakin menggerogoti, terlebih lagi dengan keadaan kita yang seperti ini. Seperti batu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Usaha

Diam-diam

aku benci