Menenun Rasa dan Asa.
Haaaa. Akhirnya rasa yang ditenun dan diusahakan berbuah.
Ketika hampir bener-bener mutung dan bener-bener mau nglarung ke laut dan terurai jadi plankton.
Seketika itu pula semuanya klimaks. Seketika itu pula lah aku punya negeri impianku. Dan seketika itu pula lah aku memilikimu.
Untung belum terlalu keras kepalaku, dan terlalu mati rasaku. Tuhan memang perencana yang handal. Tuhan memang selalu menyiapkan sesuatu.
Jadi kali ini aku sedang berada di negeri impian, diatas awan. Lagi lari-lari sama kamu.
Eh, bukan. Kita berjalan bersama. Mengikuti rima yang ada. Mengikuti sajak yang ada. Dan mengikuti perasaan yang ada.
Semoga sesibuk apapun hidup. Sepuyeng apapun tugas. Dan serumit apapun rindu dan masalah yang harus diurai, kita tetap berjuang dan bertahan.
Dan aku, kini bahagia bukan karena yang lalu. Dan kini aku mengulum senyum bukan karena kenangan yang maya. Semua itu karena, kamu.
Lantas kalau begitu, mari kita menenun asa dan rasa ini, agar kelak menjadi sesuatu yang berharga dan berbuah manis.
Ketika hampir bener-bener mutung dan bener-bener mau nglarung ke laut dan terurai jadi plankton.
Seketika itu pula semuanya klimaks. Seketika itu pula lah aku punya negeri impianku. Dan seketika itu pula lah aku memilikimu.
Untung belum terlalu keras kepalaku, dan terlalu mati rasaku. Tuhan memang perencana yang handal. Tuhan memang selalu menyiapkan sesuatu.
Jadi kali ini aku sedang berada di negeri impian, diatas awan. Lagi lari-lari sama kamu.
Eh, bukan. Kita berjalan bersama. Mengikuti rima yang ada. Mengikuti sajak yang ada. Dan mengikuti perasaan yang ada.
Semoga sesibuk apapun hidup. Sepuyeng apapun tugas. Dan serumit apapun rindu dan masalah yang harus diurai, kita tetap berjuang dan bertahan.
Dan aku, kini bahagia bukan karena yang lalu. Dan kini aku mengulum senyum bukan karena kenangan yang maya. Semua itu karena, kamu.
Lantas kalau begitu, mari kita menenun asa dan rasa ini, agar kelak menjadi sesuatu yang berharga dan berbuah manis.
With Love, Putri.
Komentar