Sendu

Kali ini kisahnya lebih sendu. Lebih menggugah rasa ingin tahu. Apalagi yang ada dibalik semua cerita tangis ini. Aku masih hampa seperti sebelumnya. Masih kebas dihantam rasa sakit. Masih nanar menatap pada kaca. Kebas. Rasanya mau dijatuhkan beribu kali lagi dengan cara yang sama aku masih kuat bertahan. Masih memberimu kesempatan untuk menyambut lambaian tanganku yang masih tertuju padamu. Namun, semua itu rasanya semakin sia-sia. Seperti menggantang asap. Seperti menuliskan keinginanku di atas air. Sia-sia. Rasanya seperti kata cinta yang pernah terucap hanyalah pemanis. Hanyalah untaian kata yang sengaja diucapkan dengan merdu. Seolah itu adalah nada yang harmoni pengantar tidur. Rasanya aku tak bisa lagi merasa-rasa apapun. Rasaku telah mati karenamu. Dan rasaku sudah enggan untuk mengingat semua. Aku memang jahat. Memang. Tapi setidaknya aku, masih menyimpan sedikit tentangmu. Belum tergantikan, tidak sepertimu. Yang sudah menggantikanku. Tentu saja.

Komentar